
Teknologi website era digital saat ini bukan lagi hanya sekadar halaman online biasa, melainkan platform digital yang mempunyai macam-macam fungsi sampai dapat merepresentasikan image suatu individu ataupun organisasi. Dunia bisnis, nyatanya website menjadi suatu kunci utama untuk membangun fondasi ekosistem digital yang sangat kokoh, hal ini juga dilakukan SALT Indonesia menjadi layanan Technology Development.
Apa Itu Teknologi Website?

Teknologi Website adalah sekumpulan metode, alat, juga praktik yang digunakan untuk mengelola suatu situs web.
Sejarah Teknologi Website

Sejarah memajukannya teknologi website sejak awal tahun 1990, di kala itu Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer di CERN, menciptakan “World Wide Web (WWW)”, browser web pertama yang berfungsi sebagai editor web.
Sejarah teknologi website tahap awal dikenalkan oleh bahasa standar HTML (Hypertext Markup Language) dan juga HTTP (Hypertext Transfer Protocol) sebagai aturan dalam berkomunikasi. Pada tahun ini diluncurkannya browser “Mosaic” yang dapat menampilkan gambar yang inline dengan teks.
Perkembangan berlanjut hingga tahun 2000, yang ditandai oleh pengenalan browser Netscape Navigator dari berbagai bahasa pemrograman baru seperti CSS (Cascading Style Sheets), JavaScript, PHP (Hypertext Preprocessor), serta ASP (Active Server Pages).
Memasuki era modern mulai tahun 2000 sampai sekarang, sejarah perkembangan website berjalan sangat cepat, dan ditandai oleh pengelanan HTML5, CSS3, HTTP/2, Responsive Design, hingga teknologi AI, Cloud, dan Blockchain pada suatu website.
Jika di rangkum berdasarkan generasi, maka adanya 4 generasi teknologi website, diantaranya :
1. Generasi Web 1.0
Mengusulkan pengguna fasilitas 1 arah seperti melihat dan membaca halaman situs tanpa adanya interaksi.
2. Generasi Web 2.0
Mengusulkan pengguna fasilitas Web Sosial untuk melakukan aktivitas sosial melalui konten.
3. Generasi Web 3.0
Mengusulkan pengguna fasilitas untuk menggunakan mesin pencari saat ingin mencari suatu informasi di internet.
4. Generasi Web 4.0
Mengusulkan pengguna fasilitas untuk merecord hingga menyimpan riwayat pencarian ataupun aktivitas lain di internet.
Perkembangan Teknologi Website

Website yang sering dilihat oleh semua pengguna di internet tidak semata hanya dikembangkan dari sisi desain dan tampilan antar muka saja, melainkan dibangun dari beragam proses yang cukup kompleks dan tidak terlihat di permukaan.
Ada 7 jenis pengembangan teknologi website dari dulu sampai sekarang, diantaranya :
1. Browser
Browser yang sering dibuka merupakan pintu gerbang bagi pengguna untuk meluncurkan dan membuka berbagai situs web. Browser ini berperan penting menginterpretasikan kode-kode HTML, CSS, dan juga JavaScript.
Pada awal munculnya, browser ini diberikan nama World Wide Web. Sampai kini, sudah banyak browser modern seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, Safari, dan sebagainya.
2. Client & Server Side
Pada teknologi website, dikenal juga istilah “Client” dan juga “Server” yang saling bekerja sama untuk menghadirkan suatu pengalaman bagi user dalam mengakses situs web.
Singkat saja, proses yang terjadi antara sisi klien dan juga sisi server server yaitu permintaan (Request), proses (Process), dan umpan balik (Feedback).
3. Bahasa dan Framework Pemrograman
Dalam website development, bahasa dan framework pemrograman memegang peranan penting untuk menciptakan situs web yang fungsional dan juga responsif.
Beberapa contoh bahasa pemrograman yang cukup populer yang digunakan saat ini, diantaranya :
• HTML (Hypertext Markup Language)
• CSS (Cascading Style Sheets)
• JavaScript
• Java
• Python
• Ruby
• PHP (Hypertext Preprocessor)
• dan lain-lain
Sedangkan untuk framework pemrograman, ada beberapa yang cukup populer diantaranya:
• React
• Angular
• Django
• Ruby on Rails (RoR)
• dan lain-lain
4. Content Management System (CMS)
CMS merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mengelola konten-konten website secara mudah dan tersusun. Beberapa contoh CMS yang cukup terkenal yang digunakan yaitu :
• WordPress
• Blogger
• Shopify
• Strapi
• HubSpot
• Joomla
• Drupal
• dan sebagainya
5. Application Programming Interface (API)
Teknologi website selanjutnya ialah API, yaitu suatu interface yang menjadi penengah dalam menghubungkan satu aplikasi dengan aplikasi lainnya, baik dari aplikasi yang berada di dalam satu platform maupun yang sifatnya cross platform.
Berkaitan dengan teknologi saat ini, SALT Indonesia ialah salah satu penyedia solusi integrasi API yang terkemuka di Indonesia.
6. Database
Database sangat berperan penting dalam menyimpan, mengelola data maupun informasi pada suatu website. Mulai dari isi situs, data pengguna, transaksi, dan sebagainya.
Dalam pengembangan website development, terdapat 2 jenis database, yaitu:
1. SQL Database (Relational Database)
2. NoSQL Database (Non-Relational Database)
Beberapa contoh database yang cukup dikenal menggunakannya antara lain MySQL, Oracle, MongoDB, Cassandra, dan lain-lain.
7. Data Format
Format data website, ialah komponen teknologi website yang kemungkinan pertukaran data serta penyimpanan informasi situs secara lebih optimalisasi.
Beberapa jenis format data dalam sebuah website, yaitu :
• XML (Extensible Markup Language)
• JSON (JavaScript Object Notation)
• CSV (Comma-Separated Values)
• dan sebagainya
Tren dan Masa Depan Teknologi Web Development
Kami mengamati bahwa teknologi website terus-menerus berkembangan di berbagai aspek dikarenakan tuntutan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna website.
Jika ingin melihat bagaimana tren web development saat ini dan juga yang akan terjadi di masa depan, setidaknya ada 5 kategori yang dirangkum mewakili tiap-tiap tren yang muncul, yaitu:
a. Infrastruktur Teknologi Website
Kategori ini, teknologi pengembangan website akan mengacu pada infrastruktur yang harus dipersiapkan agar dapat menghadirkan website yang responsif dan juga interaktif. Beberapa contoh trennya adalah:
1. Progressive Web Applications (PWAs)
2. Arsitektur Web Development (Seperti Server, CMS, Microservices, dan sebagainya)
3. Teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing Technology)
4. Accelerated Mobile Pages (AMP)
5. Integrasi API
6. Konsep “Mobile-first Development”